Meski Ekonomi Melambat,Industri Perjalanan Wisata Asia Pasifik Terus Tumbuh

Meski Ekonomi Melambat, Industri Perjalanan Wisata Asia Pasifik Terus Tumbuh

Kotaria.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tengah mengalami perlambatan. Tidak hanya Indonesia, beberapa negara di Asia Pasifik juga mengalami hal serupa. Penyebabnya beragam, mulai dari kisruh internal negara, pemenuhan kebutuhan hingga adanya kisruh korea selatan dan korea utara yang saat ini tengah menjadi sorotan dunia.

Penurunan pertumbuhan ekonomi ini memicu berbagai industri juga mengalami penurunan. Mulai dari industri manufaktur, retail, jasa hingga pelayanan publik. Sebagian besar terkena imbasnya karena penurunan daya beli masyarakat dan kurang tanggapnya pemerintah terhadap perubahan ekonomi yang tengah terjadi.

Namun berbeda halnya dengan industri perjalanan wisata. Industri ini terus meningkat dan bertumbuh pesat satu tahun terakhir ini. Berdasarkan hasil riset Phocuswhight, industri perjalanan wisata terus meningkat karena kalangan ekonomi menengah sebagian besar menghabiskan belanja untuk perjalanan wisata. Selain itu juga adanya pembangunan ekonomi berkelanjutan yang menambah suplai untuk perjalanan wisata.

Laporan Phocuswright ini menunjukkan analisa bahwa hasil tren pasar perjalanan wisata diprediksi 13 negara Asia pasifik sebagai pasar terbesar di Dunia. Bahkan total nilai uang yang berputar mencapaiĀ US$ 340,4 miliar, atau 30 persen dari nilai pasar perjalanan global.”

Negara yang memiliki pertumbuhan wisata paling pesat di Asia Pasific adalah India dan disusul oleh China. Dalam kurun waktu 2013 hingga 2017 diprediksi pertumbuhan industri ini akan di kedua negara tersebut akan mencapai rata-rata 11 persen. Kedua negara tersebut menjadi salah satu destinasi wisata di Asia Pasific yang difavoritkan.

Banyak sekali faktor pendukung yang menyebabkan kedua negara tersebut memiliki pertumbuhan di sektor pariwisata yang sangat baik. Salah satunya adalah kelonggaran aturan dari pemerintah mengenai industri pariwisata disertai dengan infrastruktur pendukung yang memadai. Infrastruktur ini yang membuat para pelaku industri wisata merasa dipermudah dan turis pun semakin nyaman berada di sana. Termasuk juga pertumbuhan masyarakat kalangan ekonomi menengah yang tumbuh secara pesat.

Menurut laporan Phocuswright tadi bahwa China menjadi negara pertama yang mayoritas pesanan perjalanan wisata dilakukan secara online. Bahkan diprediksi pertumbuhan pada tahun 2016 nanti akan mencapai 23 persen yang akan memesan melalui online.